Gedung Papak, adalah salah satu bangunan Cagar Budaya di Kota Bekasi yang mengandung sejarah perjuangan Rakyat Bekasi dari jaman ke jaman. Dan Gedung tersebut, kini menjadi saksi bisu para pejuang Bekasi.

Gedung yang kini berwarna putih dan berada di Jl. Juanda, Margahayu, Bekasi Timur, Kota Bekasi itu sampai saat ini tetap kokoh berdiri.

Dari bentuknya, Gedung ini memiliki keunikan arsitektur yang membuat ia berbeda dari Gedung-gedung lainya. Atap dari Gedung tersebut tidak menggunakan genteng, melainkan dengan semen yang dibuat rata. Karena bentuknya, orang-orang menyebutnya dengan “papak,” dan sampai saat ini Gedung tersebut disebut dengan Gedung Papak.

Gedung tersebut telah bediri sejak tahun 1930 yang didirikan oleh warga keturunan Tionghoa bernama Lee Guan Chin.

Baca juga: Kronologi Bocah Penyandang Autis Jadi Korban Cabul Di Bekasi

Hebatnya, Lee Guan Chin sangat loyal terhadap perjuangan Rakyat Bekasi. sehingga dengan Cuma-Cuma ia memberikan Gedung ini kepada KH.Noer Ali yang akan dijadikan sebagai markas perjuangan rakyat Bekasi untuk merebut kemerdekaan dari penjajah.

Melansir dari enjoybekasi.id, Gedung ini sempat dijadikan sebagai  tempat tinggal pejabat pemerintah Hindia-Belanda. Namun pada masa revolusi, para tantara berhasil mengusir pasukan Belanda.

Kemudian, di tahun 1967 gedung papak digunakan sebagai rumah dinas oleh Bupati Soebandi. Dan seiring berjalanya waktu, pada tahun 1982 Gedung ini digunakan sebagai rumah dinas Wali Kota Bekasi dari masa Wali Kota H. Soejono hingga masa H. Kailani.

Pada tahun 2021, gedung yang sudah nampak usang itu direnovasi oleh Pemerintah Kota Bekasi. rencananya akan dijadikan museum.

Berita Terkait

Berlangganan