Suasana duka kediaman Fransiscus Ismantara, Ketua TPS 31, yang meninggal diduga mengalami kelelahan usai Pemilu 2019/ bekasi24jam

BEKASI - Pemungutan suara pada Pemilu 17 April 2019 lalu menyisakan duka. Beberapa petugas kepolisian dan kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) dikabarkan meninggal dunia. 

Hal itu turut terjadi di wilayah Kota Bekasi, Jawa Barat. Terdapat dua KPPS yang gugur setelah menjalani proses Pemilu kemarin.
 
1. Ahmad Salahudin Meninggal Akibat Tertabrak Truk

Dilansir dari detik.com, Ketua KPPS 81 Kranji, Bekasi Barat, Ahmad Salahudin (43) tewas tertabrak sebuah truk. Salahudin diduga kelelahan setelah semalaman merekap perhitungan suara di TPS.

Kecelakaan terjadi di Jalan Raya Pekayon, Pekayon, Kota Bekasi, Kamis (18/4) pukul 06.45 WIB. Tabrakan tersebut terjadi ketika Salahudin hendak mengantarkan anaknya ke pesantren.

"(Salahudin) ngantar anaknya ke pesantren Darussalam, Cimanggis, Depok. Rutenya lewat Galaxy-Jatiasih-Kranggan," ujar kakak korban Ahmad Saefudin (47) di kediamannya, RT 3/RW 10, Kranji, Kota Bekasi, Kamis (18/4/2019).

2. Ismantara Hembuskan Nafas Terakhir Usai Pemilu

Dilansir dari AKURAT.CO, Ketua KPPS TPS 31, Fransiscus Ismantara menghembuskan nafas terkahirnya pada Jum'at (19/4/2019) Pagi. Diduga pria berusia 53 tahun itu kelelahan usai menjalani masa pencoblosan pada Pemilu.

Salah seorang keluarga, Maria Yuli (42) mengatakan, Ismantara memang tidak tidur sejak penghitungan surat suara. Ia menyebut, Ismantara baru kelar menjalani tugasnya hingga pukul 02.00 WIB.

"Tadi malam jumat agung, dia sibuk di gereja dan sibuk juga di TPS, kemarin pagi sudah ngeluh sakit di dadanya, cuma tidak dirasain cuma kaya masuk angin gitu, terus dikerok sama istrinya, dibawa ke rumah sakit tidak mau, dibawa ke dokter gak mau, dipanggilkan dokter pun tidak mau," kata Maria kepada AKURAT.CO.

Berita Terkait

Berlangganan