Suasana duka di kediaman Abdul Rohim, Jalan Pangrango, Jatibening Baru, Kota Bekasi, 25 April 2019.

Jatibening - Abdul Rohim, pria 40 tahun menjadi Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) ke lima yang meninggal usai perhelatan Pemilu 2019 lalu. Abdul tercatat sebagai anggota KPPS TPS 042, Jatibening, Kota Bekasi, Jawa Barat.

Anak Rohim, Aditya (19) mengatakan, ayahnya sempat mendapat perawatan medis di Rumah Sakit Pondok Gede. Dari diagnosa dokter, jantung Abdul melemah.

"Kemudian bapak di rujuk ke RSUD Kabupaten Bekasi," kata Aditya saat ditemui di kediamannya, Jalan Pangrango, Jatibening Baru, Kota Bekasi, 25 April 2019.

Ia menceritakan, pada saat itu Abdul sempat mengeluh badannya lemas saat penghitungan suara berlangsung. Alhasil, Abdul tidak bisa mengikuti proses perhitungan hingga selesai.

"Bapak mengeluh lemas, jadi abis magrib bapak izin ke Ketua KPPS-nya untuk pulang," tuturnya. "Beliau sempat meminum minuman energi, dari situ bapak mengalami lemas tubuhnya," lanjutnya.

Oleh pihak keluarga, jasad Abdul akan dimakamkan di tempat pemakaman keluarga di wilayah Jatibening, Kota Bekasi.

Petugas KPPS di Bekasi yang Gugur Bertambah Jadi 5 Orang. Berikut daftar 'Pahlawan Demokrasi' di Kota Bekasi:

1. Ahmad Salahudin (43), Ketua KPPS TPS 081, RT 03, RW 10, Kelurahan Kranji, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi.

2. Fransiskus Asis Ismantara (53) Ketua KPPS TPS 031, RT 07 RW 02, Kelurahan Bojong Rawalumbu, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi.

3. Sudirdjo (66), Anggota KPPS TPS 126, Kelurahan Aren Jaya, Bekasi Timur.

4. Sony Soemarsono (74), anggota KPPS TPS 126, Kelurahan Jatirahayu, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi.

Berita Terkait

Berlangganan