Ketua KPU Kota Bekasi, Nurul Sumarheni, Jum'at (26/4/19) di Kantor Bawaslu Kota Bekasi.

BEKASI BARAT - Ketua KPU Kota Bekasi, Nurul Sumarheni menyebut, pemindahan logistik Pemilu ke Gudang KPU di Jalan Jendral Sudirman, Kota Bekasi, tidak menyalahi aturan. Hal itu menyusul adanya laporan oleh Senopati 08 ke Bawaslu Kota Bekasi, Jum'at (27/4/19) Kemarin. 

"Mereka menganggap pemindahan itu menyalahi aturan, hal tersebut tidaklah benar karena proses penghitungan suara sudah selesai," kata Nurul di Sekretariat Bawaslu Kota Bekasi, Jum'at (27/4/19). 

Menurut Nurul, pemindahan kotak suara ke Gudang KPU sudah sesuai dengan jadwal. Hal itu tidak perlu diberitahukan kepada saksi. 

"Di dalam kotak tersebut sudah tidak ada formulir C1 berhologram karena sudah dipindahkan ke kotak yang ada di PPK," tegasnya. 

"Dan ada pernyataan bahwa kotak kotak tersebut tidak digembok hal tersebut tidak benar karena semua kotak sudah kita gembok hanya ada 1 atau 2 kotak yang gemboknya terlepas pada saat proses pemindahan," terang Nurul. 

Lebih lanjut, kata Nurul, berita acara telah diberikan ke pihak saksi peserta Pemilu dan Pengawas Pemilu.

Sebelumnya, sebuah video beredar di jagat dunia maya terkait temuan yang dilakukan Senopati 08. Dari video itu nampak sejumlah orang mendatangi Gudang Penyimpanan Logistik KPU, di Jalan Jendral Sudirman, Bekasi Barat, Kota Bekasi. 

Menurut Tim Advokasi Senopati 08, Untung Susiasih mengatakan, pihaknya mempertanyakan pemindahan kotak suara dari tiga kecamatan ke Gudang logistik Pemilu tersebut. Diakuinya, pemindahan itu tanpa pemberitahuan ke pihak Panitia Pemungutan Kecamatan (PPK). 

"Kami sudah melaporkan bawaslu tentang temuan pemindahan kotak suara dari tiga kecamatan ke gudang apakah itu gudang KPU atau bukan," kata Susi di Kantor Bawaslu Kota Bekasi. 

 

 

Berita Terkait

Berlangganan