Pengendara melihat tumpukan sampah di Kali Bahagia, Kelurahan Bahagia, Babelan, Senin (29/7/19). Foto : bekasi24jam.com

BABELAN - Permasalahan sampah yang menumpuk di aliran Kali seakan tidak ada habisnya. Kondisi ini kembali terjadi setelah penanganan sampah di Kali Pisang Batu, Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, tuntas diselesaikan di awal tahun 2019 lalu.

Belakangan Kali Bahagia menjadi sorotan. Pasalnya, kondisi dialiran Kali tersebut terbilang memperihatinkan. Sampah rumah tangga yang menumpuk sepanjang 1,5 kilometer ini memenuhi aliran Kali yang terletak diperbatasan antar Kota dan Kabupaten Bekasi.

Ketua RW 30, Kelurahan Bahagia, Tugimin menyebut, keberadaan sampah sudah ada bertahun-tahun. Upaya warga untuk membersihkannya terasa sia-sia. Sebab, volume sampah terbilang cukup banyak. 

"Kami warga sekitar dari beberapa RW sudah melakukan kerja bakti untuk pembersihan sampah di Kali ini. Pembersihan dilakukan secara manual dengan memungutnya menggunakan alat yang seadanya," kata Tugimin kepada bekasi24jam.com, Senin (29/7/19).

Tak hanya itu, Tugimin menegaskan, upaya lain juga telah  ditempuh dengan pengaduan ke Dinas terkait agar permasalahan sampah ini dapat terselesaikan. 

"Pertumbuhan penduduk di sini pesat. Kita tidak tahu sampah itu berasal dari mana. Tapi ini harus segera ditangani," tutur Tugimin.

Menurutnya, keberadaan sampah dialiran Kali Bahagia berdampak kepada warga terutama di wilayah Perumahan Pondok Ungu Permai (PUP) dan Perumahan Graha Persada Sentosa (GPS). Tiap kali musim hujan, Kali yang tidak berfungsi normal itu meluap ke pemukiman warga.

"Sering banjir, ketinggiannya sampai satu meter lebih. Ada informasi juga dampak ini beberapa warga sudah terserang penyakit DBD. Karena airnya mengendap sehingga  nyamuk lebih mudah berkembang biak," pungkasnya.

Berita Terkait

Berlangganan