Lima Fakta Cerita Ojol Bersepeda Karena Motor Rusak. Foto : bekasi24jam.com

RAWALUMBU - Belakangan kisah Eko Susilo (47 tahun) menjadi sorotan. Sebab Eko mengayuh sepeda meski sebagai ojek online.

Redaksi bekasi24jam.com telah merangkung fakta-fakta dari kisah Eko Susilo.

1. Mengayuh Sepeda Dua Bulan Terakhir

Sepeda menjadi pilihan terakhir pria yang tinggal di Jalan Bambu Kuning, Kampung Sepatan, Sepanjangjaya ini. Aktivitasnya itu dimulai sejak dua bulan terakhir. 

"Ya sehabis lebaran," kata Eko saat bekasi24jam.com menyambangi kediamannya, Selasa (10/9/19).

Bapak dari dua anak ini menceritakan, motor yang dipakai selama sebagai ojek online itu rusak pada bagian kopling ganda. Eko yakin bisa membenahi motornya, tapi memilih mencukupi kebutuhan sehari-hari keluarganya dahulu.

"Sudah sempat dibenerin, terkahir saja habis Rp.900 ribu. Memang sering rusak motornya," tuturnya.

2. Rasa Sakit Hinggap Pada Satu Minggu Pertama

Rasa sakit pada badannya sempat dikeluhkan Eko setelah memutuskan mengayuh sepeda untuk menjalani pekerjaannya sebagai pengemudi ojek online. Eko memang hanya menerima  pesanan makanan saja. Akan tetapi jarak yang jauh membuat badannya harus melewati proses beradaptasi.

"Seminggu pertama saya sering minta kerokin istri saya. Mungkin karena masuk angin, padahal dahulu saya berjualan di Semarang itu pakai sepeda. Tapi setelah satu minggu itu, sudah biasa lagi," terang Eko.

3. Telepon Pemesan Takut Menunggu Lama

Setiap kali handphone milik Eko berbunyi bertanda ada pesanan yang masuk. Eko kerap kali menghubungi pemesannya.

"Saya hubungi dahulu, kasih tahu kalau saya antar pakai sepeda. Takut menunggu lama karena pakai sepeda," terangnya.

Eko meyakini, selama ini pemesannya tidak mempermasalahkannya jika diantar dengan sepeda. Kebanyakan dari mereka memaklumi keadaan Eko.

4. Foto Eko Viral di Medsos

Sejumlah akun twitter dan instagram mengunggah foto tentang Eko Susilo. Dari situ mencuat rasa simpatik netizen terhadap dirinya.

Dalam unggahannya, foto itu menggambarkan saat Eko tengah berdiri di dekat sepeda sambil mengenakan jaket ojek online. 

"Saya tidak tahu itu ada pas lagi dimana, ternyata ada yang foto. Mungkin foto itu pas saya sedang menyelesaikan pesanan di aplikasi Go-Jek," tuturnya.

5. Alih Profesi Dari Supir Gereja Jadi Ojek Online

Eko Susilo mulai melirik pekerjaan sebagai ojek online saat bekerja di salah satu Gereja sebagai supir. Ia pun bergabung di Go-Jek sejak 2015. Saat itu, Go-Jek tengah digandrungi sebagai pekerjaan alternatif.

"Saya daftar waktu itu pas pembukaan besar-besaran di GBK (Gelora Bung Karno). Sebelum ini saya juga sempat sebagai supir truk Jakarta-Surabaya, dan supir di salah satu gereja," ucapnya. 

Ojek online mengharuskan dirinya memiliki sepeda motor. Alhasil, Eko membeli motor Vega ZR dalam kondisi bekas pakai.

Berita Terkait

Berlangganan