Rapid Test

BEKASI - Sebanyak 1200 warga menjadi prioritas dalam tes massal di Kota Bekasi, Jawa Barat. Rencananya tes masal akan dilakukan secara door-to-door.

"Di mana nantinya dari Kota Bekasi akan ada 1200 sampel yang akan mendapatkan prioritas pertama sesuai dengan yang menjadi keinginan pak Gubernur. Ada tahapannya termasuk orang ODP (Orang Dalam Pemantauan), petugas (medis), tokoh masyarakat, agama, ulama yang memang bersentuhan langsung dengan warga masyarakat," kata Wakil Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto kepada wartawan, Senin (23/3/20).

Tri menjelaskan, dalam pelaksanaannya akan melibatkan 225 petugas medis. Tugasnya, selain mengambil sampel mereka juga melakukan survey ke masyarakat yang menjadi priortias tersebut.

"Kita akan melibatkan totalitas 225 petugas medis yang kemudian dilakukan secara bergiliran tetapi yang jelas pada saat sekarang berangkat itu ada sekitar 100 surveyor yang kemudian mendatangi warga masyarakat," lanjutnya.

"Nanti pusat dari sampel dan nantinya untuk pembacaan datanya dan hasilnya. Karena alatnya di taro di sana," tambahnya.

Lebih lanjut, kata Tri, jika hasil tes menunjukan positif maka akan dilakukan antisipasi untuk diisolasi.

"Kalau memang positif kita akan melakukan langkah-langkah antisipasi untuk islolasi baik itu islolasi mandiri maupun kita akan persiapkan alternatif, walaupun kita optimalkan kemampuan RSUD itu sudah 80 bed dan beberapa RS yang ada ada 40, kurang lebih kita memiliki kemampuan 120 bed untuk antisipasi," pungkasnya.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menegaskan, tidak semua masyarakat dapat melakukan tes masal. 

Secara detail, Ridwan Kamil menjelaskan, tes masal yang akan dilakukan di tiga Stadion di Jawa Barat secara bertahap. Tahap awal tes masal diperuntukan bagi warga yang berstatus Orang Dalam Pemantauan (ODP), Pasien Dalam Pengawasan (PDP) serta Tenaga Medis.

"Siapakah yang harus di tes masal di tahap satu semua yang ODP (Orang Dalam Pemantauan) dan 50 orang yang terdekat dari ODP itu. Karena teori kesehatan mengatakan potensi ada di sana. Sama juga semua PDP dan 50 yang terdekat dari PDP. Sama juga yang positif dan 50 yang terdekat dari positif," jelas Ridwan Kamil kepada wartawan, Minggu (22/3/20).

Berita Terkait

Berlangganan