Istimewa

BEKASI - Warganet dihebohkan dengan viralnya video seorang pria yang memperagakan aksinya dapat mendatangkan uang pecahan Rp. 100 ribu dari sebuah kotak hitam. Berikut lima fakta yang telah dirangkum bekasi24jam.com : 

1. Video Pengganda Uang Viral di Medsos 

Video itu diunggah di sejumlah media sosial seperti @lambe_turah, pada Minggu (21/3/21). Beredar luasnya video itu menjadi perbincangan warganet di kolom komentar unggahan. 

"Kalo bener, yang gw heran rumah dia kaga gedong. Sebelum kayain orang, harusnya dia kaya duluan," kata akun instagram @r.silviahasby. 

"Bagus niy..lanjutkan yang banyak biar bisa bantu pemerintah melunasi hutang," tulis @i_am_veronic4. 

2. Warga Tak Tahu Aktifitas Herman 

Mubaidi, Ketua RT 01 RW 03 Kelurahan Bahagia, Kecamatan Babelan, mengaku terkejut dengan beredarnya video yang menggambarkan warganya bernama Herman ketika menggandakan uang. Hal itu baru diketahui setelah Ia menonton video melalui youtube. 

"Kurang begitu akrab. Dia tinggal di sini bareng mertuanya. Kenal tapi gak begitu dekat. Dia tinggal di sini kurang lebih baru tiga tahun," kata Mubaidi, Senin (22/3/21). 

"Saya juga baru tau pas abis nonton youtube kemarin. Gak ada yang tau. Saya lihat videonya uangnya gak abis-abis," ucapnya. 

Warga sekitar juga tak mencurigai adanya aktifitas yang belakangan diperbincangkan tersebut. Namun warga kerap melihat tamu yang berdatangan ke rumah Herman. 

3. Polisi Sebut Video Gandakan Uang Hanya Trik 

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, dari pengakuan Herman, pria yang terekam melakukan aksi penggandaan uang di Babelan, Kabupaten Bekasi, hanya sebuah trik. 

"Dari hasil keterangan video viral itu dibuat 18 Maret 2021 sekitar pukul 11.00 WIB yang membuat adalah istrinya sendiri NT. Pengakuannya untuk iseng saja karena itu hanya trik sulap," kata Yusri kepada wartawan, Senin (22/3/21). 

Belakangan diketahui pria berambut gondrong itu bernama Herman. Pria itu tinggal di Kelurahan Bahagia, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi. 

4. Polisi Sita Barang Bukti 

Kapolres Metro Bekasi, Kombes Pol Hendra Gunawan mengatakan, pihaknya menyita sejumlah barang bukti dari kediaman Herman di Jalan Veteran, Kelurahan Bahagia, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi. 

"Ini kotak dan jenglotnya, ini kaca, di dalam video tersebut, dan hp untuk videokan. Kami temukan uang, dan akan kami cek   asli apa palsu. Dan barang-barang ini ditaruh di tempat prakteknya yang dia bilang punya kemampuan magis, dipajang untuk meyakinkan pasien sakti dan punya daya tarik untuk ditunjukkan ke pengunjung atau pasiennya," kata Hendra di Polrestro Bekasi, Selasa (23/3/21). 

Dijelaskannya, Herman bekerja sebagai tukang pijat, menjual barang antik dan melakukan pengobatan-pengobatan. Profesi itu digelutinya selama 28 tahun. 

"Termasuk memberikan jimat, pelet, dan seterusnya dan sifatnya mistik. Dalam video dia melakukan penggandaan uang, ternyata itu hanya trik sulap dan barbuk sudah berupaya dihancurkan dengan dibakar," ungkapnya. 

5. Herman Disangkal Pasal Perlindungan Anak 

Polres Metro Bekasi menerapkan pasal perlindungan anak terhadap Herman. Hal itu akibat Herman menikahi Istrinya berinisial NT ketika berusia 15 tahun. 

"Awal mula pelaku menikahi korban secara siri atau secara agama islam pada tanggal 25 Februari 2017 dan saat itu korban masih berusia dibawah umur 15 tahun dengan pelaku menjanjikan orangtua korban akan membayarkan hutang-hutangnya dan ajan membangun serta membelikan tanah. Sehingga orangtuanya menyetujui pernikahan tersebut," kata Kapolres Metro Bekasi, Kombes Pol Hendra Gunawan, Selasa (23/3/21). 

Hendra mengatakan, hingga kini keluarga istri Herman janji-janji itu tidak terealisasi.

Berita Terkait

Berlangganan