Warga Desa Sukaringin Mengalami Krisis Air Bersih. Foto : Setiawan / bekasi24jam

BEKASI - Warga di Kampung Genting, Desa Sukaringin, Kecamatan Sukawangi, Kabupaten Bekasi, sejak beberapa bulan terakhir mengalami krisis air bersih. Mereka terpaksa menggunakan air yang bau, dan berwarna hitam serta kuning untuk keperluan sehari-hari.

 

Suryatih, warga setempat menceritakan, air dengan kondisi yang tak layak itu digunakan untuk mencuci pakaian, peralatan makan bahkan mandi. Hanya kebutuhan memasak dan minum, Ia rela untuk mengeluarkan uang lebih untuk membeli air minum isi ulang.

 

"Ini kan di depan ada dua sumur. Ada air sih tapi lihat aja begitu kondisinya. Sumur ini buat dipakai beberapa rumah sekitar saya," kata Suryatih kepada bekasi24jam, Kamis (2/9/21).

 

Lanjut, Ia pun memperagakan proses pengambilan air tak layak itu sampai bisa digunakan untuk mencuci baju. 

 

"Airnya diambil dulu pakai ember. Terus kita sudah siapkan ember yang didalamnya itu ada kain. Supaya untuk menyaring air. Dari ember itu ada pipa yang kita buat buat mengucurkannya ke ember penampungan lainnya," ungkapnya.

 

Itupun, kata Suryatih, kualitas airnya masih terbilang buruk. Jika air tidak segera dipakai untuk mencuci pakaian, maka akan berubah warna menjadi kuning. 

 

"Kalau airnya dipakai untuk mandi biasanya kita bisa empat kali saring. Buat kesehatan tidak bagus. Ada yang kena penyakit kulit karena kondisi air begitu," terangnya.

 

Sekertaris Desa Sukaringin, Markim Sariputra mengatakan, krisis air bersih dan kekeringan telah dialami dalam waktu empat bulan terakhir. Disebut, ada seribuan kepala keluarga di wilayah setempat yang terdampak kondisi itu.

 

"Penyebabnya utama itu karena aliran sungai hulu Cikarang yang memang, jadi ada pendangkalan dari sungai Cikarang sampai ke hilir sini memang cukup dangkal dan banyak sampah dan menghambat laju air ke kami," terang Markim saat dikonfirmasi di Kantor Desa Sukaringin.

 

"Kalau aliran kali lancar enggak akan kesulitan air bersih. Karena itu kan sumber air warga, pertanian juga terdampak, bisa dilihat banyak tanaman yang kering dan kekurangan air," ungkapnya.

 

Ia mengaku telah mengusulkan ke Pemerintah Kabupaten Bekasi terkait upaya pemulihan kondisi air di wilayahnya.

 

"Kami juga sudah mengusulkan ke djnas pertanian agar menyediakan sumur bor di daerah yang kering. Kalau di perumahan harus di bawah 20 meter," jelasnya.

 

Berita Terkait

Berlangganan