Pj Bupati Bekasi, Dani Ramdan berbincang dengan warga di Kali Cilemahabang, Desa Sukakarya, Senin (6/9/21).

CIKARANG - Warga di Desa Sukakarya, Kecamatan Karangbahagia, mengalami krisis air bersih. Hal itu dampak tercemarnya air Kali Cilemahabang diduga tercampurnya limbah industri. 

 

Digambarkan, kondisi air kali tersebut berwarna hitam pekat. Selain itu, air kali juga menimbulkan aroma bau tidak sedap. 

 

Nasah, warga setempat mengatakan, telah mengalami krisis air bersih selama 10 tahun. Meski kondisi air memperihatinkan oleh warga dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. 

 

"Air mah ada cuma item begini. Biasanya air kali kita pakai buat mandi, sama nyuci piring," kata Sanah, Senin (6/8/21). 

 

Untuk kebutuhan lainnya, seperti minum dan memasak, warga sekitar membeli air bersih. 

 

"Beli air galon buat nyuci beras," lanjutnya. 

 

Ia menyebut, kondisi air tersebut mengganggu kesehatannya. Ia mengalami penyakit kulit. 

 

"Ya gatal-gatal, abisnya bagaimana lagi. Alhamdulillah ini ada bantuan air bersih," ungkapnya. 

 

Sementara, Penjabat (Pj) Bupati, Dani Ramdan menjelaskan, adanya dugaan pencemaran dari limbah industri yang menyebabkan air Kali Cilemahabang berwarna hitam pekat. 

 

"Setelah ini kami Forkopimda (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah) akan mengecek pabrik-pabrik untuk melihat pengelolaan limbah yang didiga membuat sungai ini hitam. Kapolres dengan jajarannya sudah melakukan pengamatan sekarang akan kita coba panggil dan kita tunjukan dampak dari kegiatan mereka membuang limbah," kata Dani saat mendatangi lokasi.

Berita Terkait

Berlangganan