Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota, AKBP Heri Purnomo.

BEKASI – Polres Metro Bekasi Kota telah menetapkan 2 tersangka atas peristiwa pembacokan di Perumahan Alinda Kencana, Bekasi Utara, Kota Bekasi, beberapa waktu lalu. Selain itu, pihak kepolisian juga mengungkap kronologis dan motif pembacokan di Bekasi itu.

Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota, AKBP Heri Purnomo mengatakan, peristiwa itu bermula ketika kelompok pelaku yang berjumlah 9 orang hendak tawuran.

“Jadi modusnya ini sebenarnya yang bersangkutan (tersangka) dendam kepada seseorang dan sedang mencari orang itu. Namun karena yang dicari ini tidak ketemu, emosinya diluapkan kepada orang yang pada saat itu sedang lewat yaitu korban yang bertiga bersama temannya akan makan nasi goreng,” kata Heri.

Kala itu, pelaku sempat melontarkan kata-kata kasar pada korban. Mendengar hal itu, korban lantas mengejar pelaku.

“Begitu korban mengejar ke arah pelaku, pelaku langsung mengeluarkan celurit untuk menyerang korban,” ujarnya.

Saat itu, korban sempat menangkis 2 ayunan celurit yang mengarah ke dirinya. Sehingga dia pun mengalami luka-luka.

“Yang bersangkutan ada luka di bagian tangan dan lengannya,” katanya.

Dia menegaskan, 9 orang yang diduga terlibat dalam penyerangan itu bukan merupakan gangster.

“Ini bukan gangster ya, hanya kumpulan anak-anak sekolah saja ya. Yang jelas ini mereka masih anak-anak usia sekolah, untuk pelaku sendiri sekarang sudah tidak sekolah lagi,” ujarnya.

Pihak kepolisian telah mengamankan sembilan orang atas peristiwa tersebut. Sementara, 2 dari 9 orang itu telah ditetapkan sebagai tersangka.

Berita Terkait

Berlangganan