Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Pol Aloysius Suprijadi (tengah) saat konferensi pers di Mapolrestro Bekasi Kota. Foto: Humas Polrestro Bekasi Kota

BEKASI - Pria yang viral karena menghina suku betawi berinisial VLL (50) terancam 5 tahun penjara. Hal tersebut disampaikan Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Pol Aloysius Suprijadi.

Dia menjelaskan, VLL dijerat dengan pasal 16 Junto pasal 4 UU RI Nomor 40 tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis dan atau Pas 335 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara.

"Terhadap pelaku kasus dengan sengaja di muka umum mengeluarkan perasaan atau melakukan perbuatan yang bersifat bermusuhan dan perbuatan yang disertai dengan ancaman kekerasan diancam hukuman paling lama 5 tahun penjara," katanya.

Aloysius menerangkan, kejadian itu berawal pada Selasa 12 Oktober 2021. Tepatnya, ketika sebuah video seorang pemuda di sebuah proyek gorong-gorong di kawasan Lagoon, Bekasi Selatan beredar dan viral.

Dalam video tersebut, VLL menanyakan keperluan seorang pemuda yang masuk ke kawasan proyek. Kemudian, kata dia, karena dijawab dengan berbelit oleh korban, tersangka VLL marah serta mengeluarkan kata-kata yang bermuatan SARA, dan menjadi viral.

Selanjutnya, VLL dilaporkan ke Polres Metro Bekasi Kota. Dia pun ditangkap dalam pelariannya di wilayah Slawi Jawa Tengah.

Penangkapan itu dilakukan berdasarkan LP/B/2639/X/2021/SPKT. Sat Reskrim/Restro Bekasi Kota/Polda Metro Jaya pada tanggal 16 Oktober 2021.

"Yang bersangkutan diamankan ketika sedang berkaraoke, di daerah slawi," katanya.

 

Polres Metro Bekasi Kota meringkus oknum ormas berinisial VLL (50) yang viral di media sosial karena menghina suku Betawi dan pribumi beberapa hari lalu.

Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Pol Aloysius Supriyadi mengatakan, pelaku VLL ditangkap saat sedang berkaraoke di wilayah Slawi, Jawa Tengah.

“Yang bersangkutan dilakukan pengejaran, polisi mencari informasi kemudian akhirnya sampai ke Slawi, yang bersangkutan diamankan ketika sedang berkaraoke,” kata Kapolres, Senin (19/10/21).

VLL ditangkap oleh Polisi akibat umpatannya yang viral di media sosial karena menghina suku Betawi dan Pribumi pada 13 Oktober 2021 lalu.

Umpatan mengandung SARA itu dilontarkan pelaku saat sedang mengintrograsi seorang pemuda yang tertangkap masuk proyek gorong-gorong yang dijaga oleh pelaku.

Hal itu memicu kemarahan sejumlah ormas dan tokoh Betawi hingga melaporkannya ke Polres Metro Bekasi Kota.

Usai dilaporkan, pelaku kemudian melarikan diri dari rumahnya di Bulak Kapal Bekasi dan berhasil diamankan polisi di daerah Slawi.

Akibat dari ungkapan SARA yang dilakukanya, pelaku dikenakan Pasal 335 KUHP kemudian pasal 16 juncto pasal 4 UU RI nomor 40 tahun 2008 dengan ancaman hukumannya 5 tahun kurungan penjara. (MSL)

Berita Terkait

Berlangganan