Primaya Hospital Bekasi Utara Buka Layanan Urology Center, Kamis (28/10/21).

BEKASI - Primaya Hospital Bekasi Utara meluncurkan layanan unggulan Urology Center, Kamis (28/10/21). Hal itu guna memperluas jangkauan pelayanan kepada masyarakat.

Urology Center adalah pusat pelayanan kesehatan, khususnya bidang penyakit ginjal dan saluran kemih serta reproduksi pria dengan fasilitas modern.

"Primaya Hospital Bekasi Utara menyediakan layanan komprehensif mulai dari pencegahan, tindakan pengobatan, maupun rehabilitasi,” Direktur Primaya Hospital Bekasi Utara, dr. Ferry Aryo.

Saat ini, Primaya Hospital Bekasi Utara menyediakan tindakan pencegahan untuk Urology Center berupa, Urinalisis dan kultur urin: metode pemeriksaan untuk mendeteksi adanya bakteri di dalam urine, sebagai pertanda dari infeksi saluran kemih.

"USG Traktus Urinarius: untuk menilai struktur ginjal, saluran kemih, dan kandung kemih. Tindakan ini dapat mendeteksi kecurigaan adanya batu, pembengkakan ginjal, ataupun tumor. Walaupun sensitivitasnya rendah, pemeriksaan ini dapat digunakan sebagai screening awal untuk kecurigaan kelainan di bidang urologi. Pada pria, pemeriksaan ini juga dapat dilakukan untuk mendeteksi adanya pembesaran prostat," lanjut Ferry.

Kemudian, NCCT / CT Urography: merupakan acuan untuk deteksi batu dengan sensitivitas yang tinggi. Pemeriksaan ini dapat juga digunakan untuk menilai struktur ginjal dan secara lebih detail. CT Scan Contrast: digunakan sebagai screening tumor ataupun trauma. Uroflowmetry: untuk melihat adakah kelainan atau gangguan berkemih pada pasien secara objektif.

Ia menjelaskan, masyarakat tak perlu khawatir jika ada tindakan terkait penyakit ginjal, saluran kemih dan reproduksi pria. Dengan teknik pengobatan minimal invasif, tidak semua penyakit yang terkait urologi harus disembuhkan dengan pembedahan besar.

"Primaya Hospital Bekasi Utara juga menyediakan tindakan pengobatan komprehensif meliputi, TURP: operasi minimal invasif untuk pembesaran prostat jinak. URS: operasi minimal invasif untuk menilai saluran kemih yang dapat dikombinasikan dengan lithotriptor maupun laser untuk menembak batu," jelas Ferry.

Lanjutnya, tindakan komperhensif lain ESWL: tindakan non invasif untuk memecahkan batu di saluran kemih dan ginjal yang dilakukan dari luar tubuh dengan ukuran sedang (batu berukuran <2cm). RIRS: prosedur bedah minimal invasif tanpa sayatan untuk menghancurkan batu di dalam ginjal dan saluran kencing menggunakan alat bernama ureteroskop. Alat periksa seperti teropong yang kecil dan panjang ini fleksibel sehingga mudah diarahkan ketika masuk ke dalam saluran kencing manusia (batu berukuran <2cm).

"Terakhir, PCNL: operasi minimal invasif untuk mengangkat batu ukuran besar (>2cm) yang tidak bisa diatasi dengan metode ESWL maupun sistoskopi dan ureteroskopi," tuturnya.

Di sisi lain, layanan rehabilitasi (pasca pengobatan) yang dapat dilakukan di Primaya Hospital Bekasi Utara terkait fungsi kandung kemih pada pasien gangguan berkemih yaitu latihan otot dasar panggul (pelvic floor muscle exercise), latihan kandung kemih (bladder training), CIC (pemakaian kateter berkala) yang dapat dilakukan di Urology Center untuk selanjutnya dapat juga dilanjutkan oleh pasien secara mandiri di rumah, pemasangan kateter urin.

Adapun penyakit-penyakit terkait urologi yang bisa ditangani berupa batu saluran kemih, pembesaran kelenjar prostat, infeksi saluran kemih, keganasan saluran kemih, serta penyakit bawaan anak seperti hipospadia (suatu kelainan yang menyebabkan letak lubang kencing/uretra pada bayi laki-laki menjadi tidak normal), chordae (adanya pembengkokan menuju arah ventral dari penis), burried penis (kelainan yang menyebabkan penis tersembunyi di bawah kulit), phimosis (kelainan pada penis yang belum disunat berupa kulup atau kulit kepala penis yang melekat erat pada kepala penis), dan penyakit lainnya. Masyarakat perlu waspada terhadap penyakit-penyakit tersebut. 

“Iklim tropis, pola hidup, keadaan sosio ekonomi, dan degeneratif disease/aging merupakan faktor penyebab timbulnya penyakit-penyakit tersebut. Pola hidup yang sehat dan seimbang merupakan solusi untuk mencegah penyakit terkait urologi,” ungkap Ferry.

Menurut Ferry, setiap penyakit terkait urologi diperlukan intervensi medis, bahkan beberapa penyakit tersebut dapat berbahaya jika dibiarkan atau ditunda sehingga penanganannya dapat menjadi lebih kompleks. 

“Contohnya batu ginjal. Jika batu ginjal dibiarkan begitu saja, maka penyakit tersebut akan berakhir dengan cuci darah ataupun keadaan mengancam jiwa misalnya sepsis. Namun, jika ditangani dengan cepat dan tepat, beberapa kasus justru dapat diselesaikan dengan usaha yang relatif mudah,” ujar Ferry.

Adapun jangka waktu penyembuhan penyakit terkait urologi bergantung kasusnya. Mulai dari kasus yang dapat diselesaikan dalam waktu relatif singkat misal URS atau ESWL yang memerlukan waktu 15-60 menit hingga pengobatan berkala seperti pada kasus BPH atau kanker prostat.

Berita Terkait

Berlangganan