Seorang wanita di Jatisampurna, Kota Bekasi, tewas dipukul gas 3kg oleh suaminya. MSL/Bekasi24jam.com

BEKASI - Polres Metro Bekasi Kota memeriksa 3 orang saksi terkait dengan kasus dugaan pembunuhan yang menewaskan NS, seorang ibu rumah tangga di Jalan Randu, Kampung Kranggan Kulon, RT 05 RW 09, Kelurahan Jatiraden, Jatisampurna, Kota Bekasi.

Kasie Humas Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Erna Ruswing Andari mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait dengan kaus tersebut.

"Kita masih melakukan penyelidkan dan pengembangan, karena pada saat kejadian kita juga sudah melakukan olah TKP dan pada saat kejadian itu ada beberapa saksi. Sementara yang di TKP saksi ada 3 saksi," kata Erna di Bekasi, Kamis 28 Oktober 2021.

Dia menjelaskan, pihaknya belum memastikan pelaku kejadian tersebut apakah HP, sang suami dari NS atau bukan.

Selain itu, pihaknya masih mendalami penyebab tewasnya wanita tersebut.

"Pada saat di tkp memang ada tabung gas, tapi kita belum memastikan karena masih pengembangan ya," katanya.

Sebelumnya, Seorang wanita bernisial NS (26) ditemukan tewas di dalam rumah di Jalan Randu, Kampung Kranggan Kulon, RT 05 RW 09, Kelurahan Jatiraden, Jatisampurna, Kota Bekasi, Rabu (27/10/21). Korban diduga tewas setelah dihantam gas 3kg oleh suaminya HP (30).

Menurut ketua RT setempat, Alvi Armas, peristiwa terjadi pada pukul 02:00 WIB. Ia menuturkan, saat kejadian korban dalam keadaan tertidur pulas. Tiba-tiba suami korban datang dan langsung memukulkan gas 3 kg ke kepala korban.

“Warga lapor ada ada tindak KDRT dengan permasalah si istri dipukul dengan tabung gas 3 kg, menurut informasi dari warga dilakukan oleh suaminya,” kata Alvi di belakang rumah korban, Rabu (27/10/21).

Saat kejadian, kata Avli, korban sedang tidur bersama kedua anaknya. Warga mengetahui kejadian tersebut setelah anak korban menangis histeris dengan kondisi berlumuran darah.

Posisi anak saat itu sedang tidur bersama ibunya. Kemungkinan dipukul dengan tabung gas itu, darah ada di badan anaknya,” katanya.

Setelah kejadian, lanjut Alvi, pelaku langsung melarikan diri. “sampe sekarang belum tau keberadaannya di mana,” ujarnya.

Berita Terkait

Berlangganan