BEKASI - Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Kabupaten Bekasi masih menunggu hasil laboratorium kandungan dan baku mutu air Kali Rasmi di Desa Wanginharja, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, untuk menindak lanjuti kasus pencemaran limbah yang beberapa pekan lalu membuat aliran kali dipenuhi buih busa setinggi 2 meter.

Kepala Bidang Penataan Hukum Lingkungan DLH Jabar A. Budhiyanto mengatakan, hasil laboratorium tersebut akan menjadi dasar guna mengidentifikasi lebih lanjut pencemaran Kali Rasmi.

"Sekarang sedang menunggu hasil laboratorium. Kami juga terus berkoordinasi dengan Pemda Kabupaten Bekasi melalui DLH Kabupaten Bekasi," ucap Budhiyanto, dikutip dari jabarprov.go.id Sabtu (13/11/2021). 

Budhiyanto menuturkan sampel air Kali Rasmi sesuai informasi dari DLH Kabupaten Bekasi diambil dari tiga titik.

“Hulu (titik intrusi awal aliran Kali Cilemah Abang yang mengalir ke saluran irigasi Kali Rasmi), tengah (antara hulu-pintu air), dan setelah pintu air,” tuturnya.

Pengambilan ketiga sampel itu, kata Budianto, dilakukan untuk mengidentifikasi kandungan air sekaligus titik start pencemaran Kali Rasmi.

Buatnya, hasil laboratorium menjadi penting mengingat untuk membuktikan pencemaran air harus memiliki bukti ilmiah.

"Bentukan yang masuk ke Kali Rasmi itu busa. Orang awam melihat seperti busa deterjen. Bisa saja karena limbah dari industri atau limbah domestik. Tapi untuk menentukan hal tersebut harus menunggu terlebih dahulu hasil menunggu hasil laboratorium," ucapnya. 

Berita Terkait

Berlangganan