BEKASI - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dikabarkan melakukan operasi tangkap (OTT) tangan terhadap Walikota Bekasi Rahmat Efendi, Rabu (05/01/22).

Wakil Ketua KPK, Nurul Gufron membenarkan adanya OTT tersebut di wilayah Bekasi.

“Perlu kami sampaikan pada hari ini Rabu tanggal 5 Januari 2022, benar KPK telah melakukan tangkap tangan di Wilayah Bekasi, Jawa Barat, sekitar jam 13:00 sampai jam 14:00 WIB siang ini,” kata Nurul Gufron, Rabu (05/01/22).

Namun, lanjut Nurul Gufron, pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap terduga pelaku yang diamankan.

“Kami berharap kepada masyarakat memberi kesempatan dan kesabaran agar pemeriksaan yang kami lakukan bisa kami tuntaskan,” ujarnya.

Penangkapan pria yang akrab disapa Pepen ini terjadi usai heboh anggaran karangan bunga Pemkot Bekasi yang mencapai Rp. 1,1 Milyar.

Sebelum ditangkap KPK, Pepen sempat mengatakan karangan bunga itu sebagai sarana komunikasi dengan warga.

Ia mencontohkan dalam waktu satu hari dirinya tidak mampu untuk mendatangi puluhan undangan dari warga. 

"Pasti, begitu diundang kan ngga mungkin juga 1 hari kita bisa dateng ke beberapa tempat ngga mungkin," kata Pepen ketika ditemui di Stadion Patriot Candrabhaga, Kota Bekasi, Selasa (4/1/2021).

Ia menjelaskan, karangan bunga yang dianggarkan untuk kepentingan sebagai ucapan duka, bahagia, dan peresmian.

"Jadi jangan dilihat nilainya tapi dilihat bentuk daerah, kepala daerah itu perhatian terhadap hubungan dengan warganya," pungkasnya.

Berita Terkait

Berlangganan