BEKASI - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membeberkan perkara suap yang menjerat Walikota Bekasi, Rahmat Effendi, Kamis (06/01/22).

KPK menyebut, pria yang akrab disapa Pepen itu telah menerima suap dari pihak swasta terkait ganti rugi proyek pembebasan tanah dengan modus ‘sumbangan masjid’.

"Tersangka RE diduga meminta sejumlah uang kepada pihak yang lahannya diganti rugi oleh Pemerintah Kota Bekasi, diantaranya dengan menggunakan sebutan untuk 'Sumbangan Masjid,” ucap Ketua KPK, Firli Bahuri dalam konferensi pers, Kamis (06/01/22).

Firli menjelaskan, orang nomor 1 di Kota Bekasi itu telah menerima uang sebesar Rp 7 Milyar dari pihak swasta melalui 2 orang kepercayaannya yaitu Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan Kota Bekasi, Jumhana Lutfi (JL) dan Camat Jatisampurna, Wahyudin (WY).

"Selanjutnya pihak-pihak tersebut menyerahkan sejumlah uang melalui perantara orang-orang kepercayaannya yaitu JL yang menerima uang sejumlah Rp 4 miliar dari LBM, WY yang menerima uang sejumlah Rp 3 miliar dari MS dan mengatasnamakan sumbangan ke salah satu masjid yang berada di bawah yayasan milik keluarga RE sejumlah Rp 100 juta dari SY," ucap Firli.

Berita Terkait

Berlangganan