Jari Aris Hampir Diamputasi Gegara 3 Cincin, Damkar Turun Tangan

Petugas Dinas Damkar Kota Bekasi saat mengevakuasi tiga cincin dari jari tangan Aris (32), Senin (13/11). Foto: Dokumentasi Dinas Damkar Kota Bekasi

Jari Aris Hampir Diamputasi Gegara 3 Cincin, Damkar Turun Tangan, simak selengkapnya…

Aris (32) warga Taman Alamanda Rawa Kalong, Kelurahan Kayuringin Jaya, Kecamatan Bekasi Selatan mesti meminta pertolongan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bekasi, dikarenakan jari tangannya terhimpit oleh tumpukkan berbagai jenis cincin hingga dilakukan proses evakuasi. Senin Malam (13/11).

Bacaan Lainnya
Scroll to continue reading
Scroll to continue reading

Petugas Rescue Kompi B Pada Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bekasi Rafi Sufyan mengatakan, awal mula kejadian tersebut diawali ketika orang tua korban datang ke Markas Komando Damkar Kota Bekasi Sektor Bekasi Selatan, dengan sebelumnya pihak orang tua sudah membawa korban ke beberapa Rumah Sakit terdekat.

“Sebelum korban datang ke Mako, korban sudah sempat dibawa ke RS Mitra Barat dan RSUD Kota Bekasi, tapi oleh pihak Rumah Sakit menyarankan untuk dialihkan ke Damkar,” ucap dia saat dikonfirmasi, Selasa (14/11/2023).

Ia menjelaskan, setibanya korban bersama orang tuanya di Mako. Diketahui untuk kondisi korban memiliki kekurangan dalam kondisi kejiwaannya. Karena, menurut keterangan orang tua korban, mereka baru mengetahui bahwa jari sang anak telah terhimpit oleh tumpukkan cincin selama satu bulan lamanya.

“Ketahuan korban pake cincinnya bengkak itu sebulan baru ketahuan oleh orang tuanya, terus diliat sama orang tuanya kok pake cincin. Dengan tiga cincin di pake di satu jari, ada titanium, emas sama batu cincin,” ulasnya.

Rafi bercerita, karena satu bulan lamanya, jari korban terhimpit oleh tumpukkan cincin dan korban turut memaksa melepaskan. Akhirnya jari tangannya mengalami pembengkakan. Bahkan jari Aris hampir diamputasi gegara 3 cincin itu.

Baca Juga :   Bekasi Cyber Park Jadi Pusat HP dan Komputer Lengkap di Bekasi

“Mungkin di paksa sama korban, buat dilepasin sampe bengkak, lama lama ke dorong sama cincin yang kecil-kecil, jadi yang batu cincin masuk ke daging (jari tangan). Jadi itu cincin udah nyatu sama daging, bahkan waktu korban ke Rumah Sakit disarankan dokter untuk amputasi,” sambungnya.

Dilanjutkan Rafi kembali, jalannya proses evakuasi kepada korban. Nyatanya turut berjalan dramatis, karena kondisi korban yang tengah mengalami sedikit gangguan kejiwaan, memaksa petugas hanya dapat mengevakuasikan dua cincin saja.

Sedangkan, satu cincin lainnya tidak bisa dievakuasikan hingga korban dibawa ke RSUD Kota Bekasi untuk selanjutnya dilakukan proses evakuasi.

“Dua cincin berhasil dievakuasi yang emas sama titanium, nah yang batu cincin engga, Karena udah nyatu sama daging. Akhirnya dibawa ke RSUD, sampai disana korban tetap dievakuasikan oleh Petugas, dan kami minta untuk korban segera dibius,” imbuhnya.

Akan tetapi, disaat jalannya proses evakuasi berlangsung. Korban berontak, hingga petugas turut membujuk korban secara persuasif agar mau untuk bersikap kooperatif dalam dilaksanakannya proses evakuasi.

“Kita masuk Rumah Sakit itu pukul 23.00 WIB malam, Cuman pas kita bawa ke RSUD korban agak berontak, makanya sempet kita bujuk secara persuasif, enggak mau. Kabur dia, Akhirnya terakhir kita rejeng (terlentangin) pake tali disuntik, masukin alat baru proses evakuasi berjalan,” katanya.

Ia menambahkan, korban berhasil dievakuasikan kurang lebih hampir berkisar 7 jam lamanya, selepas petugas melakukan evakuasi kepada korban menggunakan alat gerinda mesin dan dibantu oleh anggota lainnya yang berjumlah lima orang.

“Alhamdulillah korban berhasil kita evakuasikan, selepas itu korban dibantu sama dokter IGD untuk selanjutnya dikasih alkohol dan perban, hingga akhirnya jari korban tidak sampai diamputasi,” pungkasnya.

Baca Juga :   Hari Ini Pemkot Bekasi Terapkan PTM Terbatas 50 Persen

 

 

Mochtar Mohamad

Pos terkait