Ilustrasi Suasana Kalimalang. Foto : antonwahyd

BEKASI - Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengatakan, pihaknya meminta kepada PT. Kresna Kusuma Dyandra Marga (PT. KKDM) selaku penggarap proyek tol Becakayu agar tetap menjaga estetika kota saat membangun overpass (jalan layang) arteri dari jalan sisi selatan Kalimalang menuju Jalan KH. Noer Ali sisi selatan.

Hal itu dikatakan Tri, sebab overpass yang akan melintas di atas Jalan Jenderal Ahmad Yani itu sebelumnya dianggap akan mengganggu estetika penataan Kota Bekasi, karena sudah ada overpass Tol Becakayu nantinya.

"Diwajibkan kepada Becakayu untuk diperindah (overpass) nantinya. Bisa saja seperti di DKI bikin JPO bisa warna-warni. Mungkin bisa gambar-gambar yang menarik jadi bisa menimbulkan wajah Kota Bekasi," kata Tri di Kota Bekasi, Senin (6/5/2019).

Adapun pembangunan overpass arteri rute Bekasi menuju Jakarta dilakukan sesuai permintaan Pemkot Bekasi kepada PT. KKDM. 

Hal itu karena setelah beroperasinya tol Becakayu hingga Jalan Jenderal Ahmad Yani akan ada perubahan manajemen lalu lintas.

Oleh karena itu, agar tidak terjadi kemacetan, pembangunan overpass di sisi selatan kalimalang dilakukan supaya kendaraan dari Bekasi bisa langsung menuju Jakarta.

Pemkot Bekasi sebelumnya meminta PT. KKDM agar membangun underpass. Namun karena berbagai pertimbangan dan dianggap terlalu beresiko sebab posisi jalan yang berdekatan dengan Sungai Kalimalang. Maka pembangunan overpass yang dipilih untuk mencegah kemacetan.

"Buat (penggarap Tol) Becakayu kalau diharuskan dibangun overpass, ya itu harus diperindah. Karena kan di atas Jalan Jenderal Ahmad Yani itu nanti sudah ada overpass juga," ujar Tri.

Berita Terkait

Berlangganan