BEKASI - Pemerintah Kota Bekasi mengalokasikan anggaran untuk pengadaan karangan bunga senilai Rp 1,1 miliar. Pengadaan itu dengan menggunakan APBD Kota Bekasi tahun 2022.

Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi megatakan, karangan bunga itu sebagai sarana komunikasi dengan warga. 

Ia mencontohkan dalam waktu sati hari dirinya tidak mampu untuk mendatangi puluhan undangan dari warga. 

"Pasti, begitu diundang kan ngga mungkin juga 1 hari kita bisa dateng ke beberapa tempat ngga mungkin," kata Rahmat ketika ditemui di Stadion Patriot Candrabhaga, Kota Bekasi, Selasa (4/1/2021).

"Warga itu tidak minta secara khusus Wali Kota dateng atau biasanya kalo orang dateng itu kan dikirim bunga itu aja udah senangnya bahagianya udah luar biasa," ungkapnya. 

Sementara, karangan bunga yang dianggarkan untuk kepentingan sebagai ucapan duka, bahagia, dan peresmian.

"Karangan bunga itu ada yang bentuknya agak besaran, ada yang sedang, bahkan ada yang sederhana. Yang (ukuran) besaran itu tentunya dilihat dari pada saat Wali Kota dan Wakil Wali Kota mengirimkan ucapan kepada tokoh satu dan lain hal. Yang (ukuran) menengah ada, sampai mungkin ada Wali Kota diundang ada anaknya sunatan ada lahiran termasuk tadi yang meninggal. 
Karangan bunga itu untuk ucapan duka, ucapan bahagia perkawinan, terus juga peresmian," terangnya.

"Jadi jangan dilihat nilainya tapi dilihat bentuk daerah, kepala daerah itu perhatian terhadap hubungan dengan warganya," pungkasnya.

Pengadaan karangan bunga itu dilakukan dengan cara tander melalui situs LPSE Kota Bekasi.

"Tender sudah selesai," dikutip dari LPSE Kota Bekasi, Selasa (4/1/2022).

Tertulis juga tender pengadaan karangan bunga diikuti oleh 14 peserta. Sedangkan pemenang dari tender pengadaan karangan bunga adalah CV. Idea Kreasi mandiri, Perumahan Mutiara Gading 2 Blokk 54 Nomor 20 Kelurahan Mustikajaya, Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi.

Berita Terkait

Berlangganan