Gorong-gorong Tol Jakarta-Cikampek KM 39, di Desa Hegarmukti, Kecamatan Cikarang Pusat, diduga tercemar limbah.

Bekasi, bekasi24jam.com - Pemerintah Kabupaten melalui Dinas Lingkungan Hidup tengah mengusut temuan dugaan limbah di gorong-gorong Jalan Tol Jakarta-Cikampek KM 39, Desa Hegarmukti, Kecamatan Cikarang Pusat.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi, Eman Sulaiman mengatakan, pihaknya telah mendatangi lokasi dan menggali informasi lebih lanjut. Hal ini untuk mengetahui asal-usul pembuangan limbah, pelaku pembuang limbah, hingga dampak yang ditimbulkan.

"Kami sudah mengambil sampel air yang tercemar limbah untuk mengtahui jenis limbah serta potensi dampak yang ditimbulkan," kata Eman dikutip suara.com jaringan bekasi24jam.com, Jumat ( 25/2/2022).

Eman menduga, pembuang limbah ini bukanlah dari perusahaan. Pasalnya terjadi hanya satu area saja dan bukan di sepanjang aliran air.

"Sedang kita selidiki, termasuk upaya menemukan pelakunya, kita coba nanti minta CCTV Jasa Marga sebab lokasinya persis di bawah Tol Jakarta-Cikampek," ungkapnya.

"Hasil uji sampel bervariasi bisa sampai 14 hari ke depan, nanti bisa ditanyakan ke Gakkum (penegakan hukum) kita ya. Kasus ini juga sudah dilaporkan warga ke kepolisian, semoga si pelaku segera tertangkap," lanjutnya.

Sebelumnya, Ketua BPD Hegarmukti, Dedi Hendiana mengatakan, jalur gorong-gorong itu melintas di Kampung Gempol dan RT 001 Blok Desa Hegarmukti. 

"Ya pencemaran limbah ini juga membuat tanaman padi di Kampung Gempol mati dan beberapa ternal warga RT 001 Blok Desa Hegarmukti mati akibat diduga keracunan limbah tersebut,” ujar Dedi, Kamis (24/2/2022).

Limbah tersebut juga mengeluarkan bau menyengat sehingga menimbulkan polusi udara disekitarnya. 

Dedi menambahkan, kondisi ini bukan kali pertama terjadi. Jika dibiarkan maka warga sekitar terus dirugikan dengan kondisi tersebut. 

"Jika tidak segera ditangani siapa oknum pembuangan limbah tersebut," lanjutnya.

Berita Terkait

Berlangganan