Suara.com - Ekonom Senior Faisal Basri, mempertanyakan alasan 'rakyat masih menghendaki' yang dipakai untuk menunda Pemilu 2024 atau memperpanjang masa jabatan presiden. Pasalnya, kata dia, tak ada prestasi Joko Widodo yang luar biasa jika masa jabatan presiden diperpanjang. 

"Alasan rakyat yang menghendaki, ukurannya apa? Rentan rekayasa tentu kita tahu. Tidak ada prestasi Jokowi yang luar biasa," kata Faisal dalam webinar dengan tajuk 'Wacana Penundaan Pemilu', Rabu (2/3/2022). 

Faisal mengatakan, jika memang perpanjangan masa jabatan presiden tetap dipaksakan maka ada sejumlah hal yang dianggap merugikan misalnya dari segi ekonomi. 

"Kecuali jika ingin memaksakan, inflasi terkendali sepanjang era Jokowi. Tapi pertumbuhan ekonomi kian melambat makin lama Jokowi berkuasa, semakin tercecer ekonomi. Tax ratio turun terus, kemampuan negara untuk menarik pajak dari warga, karena ekonomi tidak mengalami transformasi. Jadi ibarat menanam pohon, bibitnya tidak unggul, tidak disiram," tuturnya. 

Berita Terkait

Berlangganan