Induk e-commerce Shopee yang melantai di Wall Street, Sea Limited

Induk e-commerce Shopee yang melantai di Wall Street, Sea Limited, ternyata mengalami peningkatan kerugian secara tahunan pada bulan Juli hingga September tahun 2021.

Gimana tuh kinerja perusahaannya?

Dilansir dari gemaindonesia.id laporan keuangan pada kuartal ketiga 2021, Sea Ltd mencatatkan kerugian bersih sebesar US$570,98 juta (Rp8,16 triliun). 

Kerugian tersebut naik 34% dari periode yang sama tahun sebelumnya dengan kerugian sebesar US$425,26 juta.

Kerugian ini memang tidak terjadi di semua segmen bisnis. Soalnya, anak usaha di sektor digital entertainment, Garena, jadi satu-satunya yang mampu mencatatkan kinerja positif.

Pengembang Free Fire tersebut mampu meningkatkan pendapatan menjadi US$1,2 miliar, naik 29,2% secara tahunan. 

Sementara itu, segmen lainnya masih mengalami kerugian, dengan yang terbesar dicatatkan oleh Shopee, dengan nilai EBITDA yang disesuaikan naik lebih dari dua kali lipat secara tahunan menjadi negatif US$ 683,8 juta.

Lalu, gimana strategi perusahaan saat ini?

Meski mengalami kerugian, perusahaan masih aktif melakukan ekspansi dengan menawarkan diskon besar-besaran, khususnya di segmen pengiriman makanan.

Shopee yang baru masuk dengan layanan Shopee Food menawarkan beragam promo mulai dari potongan biaya pengiriman sampai diskon 60% untuk pembelian makanan.

Berita Terkait

Berlangganan